Selama ini bentuk mouse terbilang standar dengan bentuk oval, namun Genius menawarkan mouse berbentuk pulpen. Dengan bentunya yang ramping, pengguna dapat mengoperasikan kursor komputer layaknya menulis sehingga tidak harus selalu mencengkeram mouse di atas meja.
Perangkat ini tidak hanya berfungsi sebagai mouse saja, namun juga bisa menjadi presenter. Saat presentasi, penggunanya langsung bisa memanfaatkannya untuk mengatur tampilan Power Point di layar. Praktis bukan.
Apalagi, Pen Mouse menggunakan koneksi nirkabel melalui gelombang 2,4 GHz yang bisa terhubung hingga jarak 10 meter. Tinggal colok dongle ke konektor USB, dan aktifkan Pen Mouse. Lebih lanjut lagi, unit ini memiliki fungsi hemat daya dan sensor deteksi otomatis, sehingga pada saat tidak digunakan, Pen Mouse akan langsung merubah mode menjadi sleep mode. Dan untuk kembali menggunakannya, cukup tekan tombol apa saja untuk aktivasi.
Pen Mouse juga memiliki teknologi optical sensor 1200DPI sehingga memberikan kenyamanan ketika menggunakannya karena dapat digunakan pada lingkungan kerja manapun, tidak harus di tempat datar. Desain multi fungsi juga ditambahkan pada unit ini, Anda dapat menggunakannya pada resolusi 400/800 dan 1200 DPI untuk mencapai kemampuan ergonomic maksimal.
Untuk kenyamanan kebutuhan browsing web atau dokumen, Pen Mouse mengembangkan fungsi auto-induction, Yang akan mengenali secara otomatis X axis dan Y axis dan melacak untuk bertindak, sehingga mengurangi rasa pegal pada jari ketika penggunaan dalam waktu lama atau tekanan yang terlalu sering.
Pen Mouse berfiturkan interface yang cocok digunakan untuk pengguna kidal ataupun normal, pengguna dapat menyesuaikan untuk setiap posisi pemegangan sehingga mendapatkan posisi yang nyaman untuk mereka melalui built-in UI dan ini dapat membantu untuk mengurangi ketegangan pada pergelangan tangan.
sumber : kompas.com
Puluhan botol berisi serbuk putih keabu-abuan tertata rapi di sebuah meja. Pada tiap sisinya berlabel "Oleh-oleh Merapi" dengan latar Gunung Merapi yang sedang meletus. Di atasnya terdapat secarik kertas bertuliskan volcano dust IDR 10.000.
Botol kecil bekas minuman suplemen itu berisikan abu vulkanik Merapi karya mahasiswa Program Pascasarjana (PPS) Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Agus Budi Setiawan, yang dijual di acara Holy Sale, Seni untuk Merapi. Aksi penggalangan dana bagi pengungsi itu digelar di Lapangan Badminton ISI, Jumat (19/11/2010).
"Abu Merapi ini dibuat agar ada apresiasi dari masyarakat terkait bencana Merapi. Awalnya tidak untuk dijual, sekadar donasi pengganti abu Merapi Rp 10.000, tetapi ternyata banyak yang tertarik," ujar Agus yang juga sebagai koordinator kegiatan.
Mahasiswa Desain Komunikasi Visual (Diskomvis) FSRD ISI semester pertama itu mengaku bahwa ide awal pembuatan suvenir abu Merapi itu semata karena penasaran. Baginya, akan menarik jika abu vulkanik yang pada satu sisi merupakan musibah bisa diubahnya menjadi suvenir yang membawa berkah.
"Saat ngamen beberapa waktu lalu, saya menawarkannya kepada wisatawan mancanegara dan lokal di Malioboro. Ternyata mereka sangat tertarik. Makanya sekarang saya banyak menawarkan abu Merapi kepada orang luar Yogyakarta, seperti Jakarta, dan lain-lain," paparnya.
Agus memanfaatkan abu dari tempat kelahirannya, Kutoarjo, yang kali ini juga terkena hujan abu Merapi. Padahal, jarak Yogya-Kutoarjo cukup jauh, sekitar 60 kilometer.
Sementara demi keamanan, dia tak lupa menyertakan peringatan terkait bahan berbahaya yang terkandung dalam tiap butir abu merapi, seperti silika, dan lain-lain. Hal itu sekadar untuk memberikan pengertian bagi mereka yang membelinya.
Agus mulai membuat abu vulkanik sejak 9 November lalu dengan jumlah 200 botol. Melalui aksi ngamen di Malioboro, dia mampu menjual habis abu tersebut. Kini, mahasiswa yang saat ini juga mengajar di Universitas Mercu Buana itu memproduksi lagi sebanyak 200 botol khusus untuk acara tersebut.
Hingga saat ini, dari hasil penjualan abu Merapi saja, dia telah mengumpulkan dana sekitar Rp 2 juta. Selain menjual abu Merapi, Holy Sale juga menjual berbagai macam barang, seperti tas, kaus, dompet, majalah, mug, sepatu, pernak-pernik, dan lukisan bertemakan Merapi.
Sementara itu, Ketua Panitia Holy Sale, Seni untuk Merapi, Edi Sutardi, menuturkan, abu Merapi yang dibuat oleh Agus selain bisa menjadi uang, diharapkan juga bisa menjadi memorabilia bagi bencana Merapi kali ini.
Terkait acara itu, Edi mengatakan bahwa puncak kegiatan nanti malam akan diisi dengan penampilan empat kelompok seni. Mereka akan menampilkan tarian, catwalk, fashion, dan lelang baju Sabtu (20/11/2010) pukul 19.00 WIB di Kampus PPS ISI, Jalan Suryodiningratan, Yogyakarta. (*)
Pengembang software/aplikasi dari Indonesia kembali unjuk gigi di tingkat dunia. Kali ini aplikasi "Love Indonesia" berhasil menjadi aplikasi super app terbaik di BlackBerry untuk tingkat Asia Pasifik.
Aplikasi tersebut berhasil menyingkirkan lebih dari 400 aplikasi untuk BlackBerry yang masuk. Selain Love Indonesia, Poynt, Vlingo Plus-Voice App, dan UbiNav EU juga dinobatkan sebagai pemenang regional di wilayahnya masing-masing pada ajang tahunan BlackBerry Partners Fund "Super Apps" Developer Challenge ketiga yang diumumkan 18 November 2010.
Setiap pemenang akan menerima hadiah berupa paket yang bernilai lebih dari 85.000 dollar AS, termasuk keanggotaan khusus di BlackBerry Alliance Program, sebuah paket promo App, smartphones BlackBerry, penempatan aplikasinya di BlackBerry App World selama tiga minggu, dan masih banyak lagi.
Love Indonesia adalah panduan lengkap smartphones BlackBerry Indonesia. Merupakan portal gaya hidup gratis yang memberikan panduan kepada pengguna dalam menemukan apapun yang dibutuhkan dengan beragam fitur pencarian. Informasi yang disediakan adalah berbagai ulasan regular, promosi-promosi diskon dari berbagai toko di setiap kota di Indonesia, juga informasi seputar restaurant, hotel, belanja, film, berita, info lalu-lintas, acara dan banyak lagi. Selain dari aplikasi BlackBerry, layanan tersebut bisa dikunjungi melalui http://www.loveindonesia.com/.
"Ajang ini menjadi BlackBerry Partners Fund Developer Challenge yang terbesar dan yang paling menarik. Kami tidak hanya melampaui jumlah aplikasi yang yang masuk seperti tahun-tahun sebelumnya, namun juga kami melihat inovasi yang luar biasa banyak di semua aplikasi yang kami evaluasi selama proses penjurian," ujar Kevin Talbot, Co-managing Partner di BlackBerry Partners Fund dalam rilis persnya.
sumber : kompas.com
Seorang fisikawan nuklir Amerika Serikat, Siegfried Hecker, mengaku telah melihat ratusan hulu ledak nuklir di Korea Utara bulan ini yang dikembangkan dalam sebuah laboratorium nuklir ultra modern, demikian dikatakan sumber-sumber yang membidangi masalah nuklir pada hari Sabtu.
Namun, Siegfried Hecker tidak menyebut di mana letak laboratorium nuklir ultra modern tersebut berada. Temuan ini sekaligus memperkuat dugaan, Pyongyang memang memiliki program pengayaan uranium yang dikembangkan sebagai senjata nuklir.
"Sebuah sumber keamanan Korea Utara mengatakan telah membangun 2.000 hulu ledak nuklir. Namun, tim AS yang mengunjungi wilayah itu belum memberi verifikasi," kata pakar nuklir, Siegfried Hecker, asal Stanford University ini.
Menurut laporan The New York Times, utusan Pemerintah AS untuk Korea Utara, Minggu (21/11/2010), akan melakukan pembicaraan dengan para pemimpin asia untuk membicarakan program nuklir Korea Utara.
Pengembangan diri manusia bersifat dinamis, berubah dari hari ke hari. Dinamisnya pengembangan diri telah diisyaratkan Allah SWT dalam surat al-Hasyr ayat 18, Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Dalam riwayat sebuah hadits juga dinyatakan, barangsiapa yang harinya sama dengan kemarin, ia terlena, jika harinya lebih buruk dari kemarin, ia merugi, yang beruntung hanyalah orang yang harinya lebih baik dari kemarin
Pentingnya pengembangan diri
Setiap momentum pergantian tahun dalam perjalanan hidup kita, selalu kita iringi dengan melakukan muhasabah. Hal ini dilakukan bukan sekedar untuk mengenang masa lalu, namun sebagai persiapan untuk menghadapi masa depan. Dengan melakukan muhasabah, kita dapat mengetahui kekuatan dan kelemahan, peluang maupun tantangan yang kita miliki.
Bulan Ramadhan yang baru lalu, saya berkesempatan berkunjung ke Jepang. Saat itu, saya menyaksikan fenomena peradaban modern
Negara Jepang, dengan caranya sendiri mampu mengantarkan masyarakatnya menjadi masyarakat dengan peradaban modern. Rahasia pencapaian kemajuan mereka adalah Keizen. Kaizen adalah konsep yang diperkenalkan oleh Masaaki Imai, seorang pakar produktivitas perusahaan Jepang. Imai yang sejak tahun 1950-an mempelajari produktivitas industri Amerika kemudian menulis buku Kaizen, The Key to Japan s Competitive Success (1986) yang berisi rahasia keberhasilan perusahaan dan industri Jepang.
Esensi konsep Keizen dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam bentuk upaya untuk selalu mengembangkan dan menyempurnakan kemampuan, prestasi dan produktivitas spiritual, intelektual, fisik maupun material secara kaffah alias total.
Upaya pengembangan diri
Pengembangan diri sebenarnya merupakan proses pembaruan. Proses ini disebut oleh Stephen R. Covey dalam The 7 habits of Highly Effective People (1993) sebagai konsep asah gergaji. Pembaruan yang dilakukan, menurut Covey mesti meliputi empat dimensi yaitu: pembaruan fisik, spiritual, mental dan sosial/emosional.
Pembaruan fisik dapat dilakukan dengan melalui olahraga, asupan nutrisi, dan upaya pengelolaan stres. Pembaruan spiritual dapat diraih melalui penjelasan tentang nilai dan komitmen, melakukan studi atau kajian dan berkontemplasi atau berdzikir. Dimensi mental dapat diperbarui melalui kegiatan membaca, melakukan visualisasi, membuat perencanaan dan menulis. Adapun dimensi sosial/emosional diasah melalui pemberian pelayanan, bersikap empati, melakukan sinergi dan menumbuhkan rasa aman dalam diri. Dalam proses pengembangan diri diperlukan keseimbangan (tawazun) dan sinergi (tanasuq) untuk mencapai hasil optimal sebagaimana yang diharapkan.
Pengembangan diri tidak muncul begitu saja. Untuk meraihnya, diperlukan latihan dengan pola seperti spiral. Pola ini melatih kita untuk bergerak ke atas sepanjang spiral secara terus-menerus. Pola spiral ini memaksa kita untuk melalui tiga tahap kegiatan yakni belajar, berkomitmen, dan berbuat. Latihan ini harus terus-menerus berjalan secara berulang-ulang sampai kualitas dan produktivitas diri kita menjadi semakin tinggi.
Apa yang perlu dikembangkan?
Dalam melakukan pengembangan diri, kita memerlukan tolok ukur yang nyata dan aplikatif untuk mengetahui kemajuan dan perkembangan yang telah kita capai . Konsep Sharpening Our Concept and Tools (SHOOT) yang dikembangkan oleh Lembaga Manajenen Terapan Trustco berikut ini dapat kita jadikan sebagai contoh daftar aktivitas pengembangan diri.
1. Memperluas pengetahuan mengenai fakta situasional. Jangan bersikap tak acuh dengan lingkungan sekitar;
2. Menjalin hubungan dengan orang lain;
3. Mengelola waktu secara efektif;
4. Menjaga keaktualan pengetahuan agar tidak tertinggal dan relevan. Jangan malas mencari pengetahuan baru;
5. Berlatih untuk mengumpulkan fakta dan membuat asumsi;
6.Membuat jurnal pribadi dengan menggunakan catatan harian agar jadwal kita menjadi teratur.;
Menentukan batas-batas kekuasaan dan otoritas yang kita miliki
1. Jelas agar kita dapat leluasa berkembang;
2.Mendengarkan dengan seksama;
3.Melakukan pengambilan keputusan dengan baik;
4. Membiasakan membuat teknik perencanaan (planning) yang baik.
Melakukan secara mandiri
Proses pengembangan diri yang kita lakukan tidak akan berjalan lancar apabila kita mengandalkan dukungan dari luar. Diperlukan sebuah etos tarbiah dzatiyah (self education) yang berasal dari dalam diri kita sendiri. Pembelajaran yang harus dilakukan secara mandiri ini setidaknya mencakup tiga hal, yaitu: kemampuan membuat kurikulum atau agenda pribadi (self curriculum), kemampuan menjadi pembelajar yang cepat (speed learner), dan belajar secara mandiri (self learning).
Melakukan proses pengembangan diri memang tidak bebas hambatan, bahkan seringkali penuh kendala. Albert Ellis, psikolog dan penulis terkenal dalam bukunya Feeling Better, Getting Better, Staying Better (2001) memperkenalkan konsep terapi Rational Emotive Behavior Theraphy (REBT) . Konsep ini diperkenalkan oleh Ellis untuk membantu mengatasi hambatan dalam pengembangan diri. Beberapa hal yang disampaikannya berikut ini dapat menjadi bahan renungan kita:
Bicara adalah perkara mudah. Namun, hanya bicara yang diikuti oleh tindakan yang dapat membuat segalanya menjadi lebih baik.
Wallahu A lam Wa Billahit Taufiq Wal Hidayah
sumber: http://ummahattokyo.tripod.com/kepribadian/manajemen_pengembangan_diri.htm
restorasi edentulous ridge gigi posterior. Banyak tantangan dalam pembuatan penambahan basis gigi truan posterior.yg harus diperhatikan adalah dapat memperhitungkan tekanan yang didistribusikan untuk mempertahankan alveolar ridge yang tersisa dan gigi dgn optimal utk kesehatan dan utk meningkatkan fungsi dan kenyamanan pada pasien.
Penambahan basis distal dimaksud utk mengatasi tekana vertical , horizontal dan torsional yg dapat merugikan ketika aktivitas fungsional dan parafungsional. Tekanan yg dpt mempengaruhi retensi gigi tiruan, stabilitas dan support dikompensasikan kepada penambahan basis dengan berbagai desain basis gigi tiruan framework.
Osteointegrasi implant dengan berbagai superstructure telah digabungkan ke dalam desain overdenture lengkap sebagai usaha utk distribusi gaya / tekanan adverse/berlawanan.
Laporan klinis ini menjelaskan pendekatan dengan menggunakan implant. Metode ini mengoptimalkan dukungan utk penambahan distal rpd konvensional dengan mengurangi efek dari gaya adverse/berlawanan dengan resilient retentive dan stabilisasi implant stop
Prinsip pada retensi indirek, yang terdapat pada GTS dengan sadle distal extension membutuhkan komponen basis gigi tiruan (untuk konvensional yang disebut indirect retainer) yang ditempatkan pada gigi anterior yang diletakkan pada gigi anterior sejauh mungkin didepan garis fulkrum, biasanya tergambar pada baguan retentive pada cengkram dari gigi abutment. Ketika ada tendensi pada saddle untuk bergerak dari mukosa, garis fulkrum di pindahkan dari cengkram bagian retentive ke indirect retainer. Kemudian cengkram akan lebih efektif untuk mempertahankan distal-extension saddles.
Walaupun demikian,situasi yang biasa terjadi pada mandibula, ketika hanya enam gigi anterior yang tersisa, dan distal-extension saddle sangat panjang, sangat sulit untuk memdapatkan indirect retention, karena garis fulkrum diantara bagian retentive pada cengkram gigi abutment anterior di aspek lingual dari gigi incisive yang biasanya diletakkan (fig1)
Pengalaman klinikal menunjukkan banyak GTS lepasan dibuat dibuat dibawah keadaan ini yang tidak berhasil pemakaiannya. Banyak klinisi yang menganjurkan overdenture pada dasarnya yang tanpa indirect retention GTS removable akan menjadi tidak retentive dan sulit pemakaiannya. Overdenture juga mempunyai keuntungan untuk lebih mudah disesuaikan posisi dari bidang oklusal dan menyediakan hasil yang lebih baik, banyak pasien yang lebih memilih GTS. Ada beberapa keadaan dimana GTS dapat sukses pada situasi ini. Salah satu faktor dari suksesnyaadalah pembuatan retentive gigi tiruan, dan ini membuat indirect retention sangat penting.
Tujuan pembuatan artikel ini untuk menganalisa bagaimana indirect retention dapat dicapai pada kasus ini dengan penambahan prinsip pada indirect retention. Karena kasus ini biasa terjadi pada mandibula, maka akan didiskusikan disini walaupun prinsip aplikasi sama pada maksila.
search box
clock
Gunadarma
About Me
Category
- Gedget (1)
- kisah nabi (13)
- lyrics (1)
- resume teori organisasi umum 2 (8)
- tips (2)
- tulisan (8)
Total Tayangan Halaman
Link
Followers
mp3 playlist
My Slide show
Banner
FREAKPAPER
Move your mouse to go back to the page!
Gerakkan mouse anda dan silahkan nikmati kembali posting kami!

